Hubungan Kelompok Tani dengan Pembangunan



          Negara Indonesia merupakan negara agraris yang sebagian besar penduduknya bermatapencaharian sebagai petani. Pembangunan pertanian harus mengedepankan potensi kawasan dan kemampuan masyarakatnya  karena pembangunan pertanian  menempati prioritas utama pembangunan ekonomi nasional. Kedudukan sektor pertanian dalam pembangunan nasional yaitu meningkatkan pendapatan domestik. Potensi sosial ekonomi yang merupakan kekuatan sekaligus modal dasar bagi pengembangan produksi bahan pangan pokok di Indonesia antara lain adalah: (i) beras merupakan bahan pangan pokok bagi 95 persen penduduk Indonesia, (ii) usahatani padi sudah merupakan bagian hidup dari petani di Indonesia sehingga menciptakan lapangan kerja yang besar, dan (iii) kontribusi dari usahatani padi terhadap pendapatan rumah tangga petani cukup besar.
          Kebijakan yang ditempuh pemerintah untuk mewujudkan tujuan pembangunan nasional salahsatunya dengan peningkatan kehidupan ekonomi yang dilakukan melalui pembangunan pertanian. Pembangunan pertanian dapat dilakukan bertahap dan dimulai dari lingkup yang sederhana yaitu dengan membentuk kelompok tani di lingkungan desa. Pembangunan dibidang tanaman pangan dan hortikultura yang diarahkan untuk mewujudkan pertanian yang maju, efisien, dan tangguh merupakan bagian yang penting dari pembangunan nasional. Kelompok tani merupakan kelompok sosial yang terikat secara non formal dan di bentuk atas dasar kesamaan, kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan (sosial, ekonomi, sumberdaya), keakraban dan keserasian, serta bertujuan meningkatkan pembangunan khususnya pembangunan ekonomi. Kegiatan kelompok tani biasanya terdiri dari para petani-petani yang berada di desa tersebut, walaupun tidak semua petani tergabung dalam kegiatan ini. Dalam kelompok tani, dipilih seorang ketua yang dianggap mampu memimpin para anggotanya dalam gotong-royong mengolah hasil pertanian secara bergantian, mengkoordinasikan penjualan hasil produksi, dan meningkatkan produksi pertanian semaksimal mungkin sehingga meningkatkan pendapatan petani dalam mencapai kesejahteraan. Salah satu upaya yang dapat dilakukan pemerintah untuk memperbesar peluang keberhasilan kelompok tani dalam rangka pembangunan ekonomi adalah dengan bekerja sama dengan dinas pertanian untuk melakukan penyuluhan atau sosialisasi untuk kelompok tani sehingga petani sebagai sasaran sekaligus subyek kegiatan dalam kelompok dapat memperoleh pendidikan, wacana baru, menyerap, dan mengadopsi inovasi untuk meningkatkan produksi, pendapatan, dan kesejahteraan keluarganya. Adapun kegiatan kelompok tani adalah sebagai berikut :
1.Pengadaan sarana produksi murah dengan cara melakukan pembelian secara bersama.
2.Pengadaan bibit yang resisten untuk memenuhi kepentingan para anggotanya.
3.Mengusahakan kegiatan pemberantasan atau pengendalian hama dan penyakit secara terpadu.
4.Guna kepentingan bersama berusaha memperbaiki prasarana-prasarana yang menunjang usahataninya.
5.Guna memantapkan cara bertani dengan menyelenggarakan demonstrasi cara bercocok tanam, pembibitan dan cara mengatasi hama yang dilakukan bersama penyuluh.

6.Mengadakan pengolahan hasil secara bersama agar terwujudnya kualitas yang baik, beragam dan mengusahakan pemasaran secara bersama agar terwujudnya harga yang seragam.

Comments

Popular posts from this blog

analisis novel Sang Pemimpi karya Andrea Hirata

ringkasan materi zakat. Pengertian zakat, dasar hukum zakat, macam zakat, zakat di Indonesia serta Hikmah Zakat

Ringkasan materi iman kepada malaikat